TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana Kanwil Kemenkumham Sulteng kembali menggelar kegiatan penggeledahan rutin di blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (20/11/24) pukul 08.30 Wita.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Finley E. Ruindungan, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Hidayat, serta Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, I Wayan Sucana. Turut serta dalam kegiatan ini, Tim Keamanan Lapas.
Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung mengatakan, penggeledahan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Ampana, serta untuk memberantas peredaran narkoba dan praktik penipuan dengan berbagai modus yang dapat terjadi di dalam lapas maupun rumah tahanan.
“Penggeledahan dilakukan secara acak setiap minggu untuk menertibkan penggunaan barang terlarang, seperti handphone dan narkoba, serta untuk memastikan kebersihan, keamanan, dan ketertiban di dalam blok hunian,” ujar Luther sapaan akrab Kalapas Ampana itu.
Luther menjelaskan, pelaksanaan penggeledahan ini merupakan instruksi dari Kepala Divisi Pemasyarakatan kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, dengan fokus pada peningkatan aspek keamanan.
“Hasil penggeledahan ini ditemukan beberapa barang terlarang dan berbahaya yaitu 2 buah sendok besi, 1 buah pisau, 1 buah gunting, 3 buah korek api, 1 buah gunting kuku, 1 buah gunting, 2 buah botol parfum, 2 buah besi, 1 buah paku dan 1 buah holder HP rusak,” jelasnya.
Dengan temuan tersebut, tambah Luther, Lapas Ampana terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta memberantas segala bentuk penyalahgunaan barang terlarang di lingkungan Lapas.
“Barang barang temuan tersebut di sita dan dimusnahkan oleh pihak petugas Kamtib dan jajaran Kegiatan ini juga mencerminkan upaya serius dalam pembinaan narapidana yang lebih baik, serta menciptakan suasana yang lebih aman dan kondusif bagi seluruh warga binaan dan petugas,” tandasnya.(Red/HumasLaspana)









