TOUNA – Tindaklanjuti Arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Kelas IIB Ampana gelar razia Gabungan bersama Kepolisian Resort Tojo Una Una, Koramil 1307-05 Ratolindo, Polsek Ampana Kota, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tojo Una-Una dan Tes Urine serta Pemusnahan Barang Sitaan, Rabu (6/11/24) malam.
Kegiatan ini sebagai upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) serta memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan seraya menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan ini diawali dengan apel persiapan yang dipimpin langsung Kalapas Ampana, Luther Toding Patandung dihadiri Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Finley E. Ruindungan, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Hidayat, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Samuda, serta Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, I Wayan Sucana serta keamanan Lapas.
Dalam arahannya, Kalapas mengajak kepada seluruh tim pengamanan untuk menjaga kelancaran dan keharmonisan selama proses penggeledahan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan humanis, serta dapat meminimalisir potensi gangguan yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan di Lapas Ampana,” ucapnya.
Selain penggeledahan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan tes urin terhadap sejumlah pegawai dan narapidana. Tes urin dilakukan terhadap 6 orang pegawai, 10 orang warga binaan laki-laki, dan 3 orang warga binaan perempuan.
“Hasil tes urin tersebut menunjukkan bahwa seluruhnya negatif, yang menandakan bahwa tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba di lingkungan Lapas Ampana,” ungkap Kalapas.
Kalapas menjelaskan, penggeledahan dan tes urine ini merupakan bagian dari program penyampaian 100 Hari Kinerja Kementerian Hukum dan HAM, serta dilaksanakan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
“Penggeledahan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada barang-barang terlarang seperti narkoba, alat tajam, atau barang ilegal lainnya yang disimpan di dalam kamar hunian narapidana,” jelasnya.
Setelah kegiatan penggeledahan selesai, Kalapas Ampana mengadakan jamuan makan malam sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh tim penggeledahan, baik dari Lapas Ampana maupun aparat penegak hukum yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan dampak positif dalam menjaga ketertiban dan meningkatkan pengawasan di lingkungan Lapas Ampana. (Red/Humas)









