Kalapas Ampana Pimpin Briefing Pembagian Tugas untuk Rencana Aksi 100 Hari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

TOUNA – Dalam upaya menyukseskan rencana aksi 100 hari kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, SH, MH menggelar briefing bersama jajaran staf di aula Sivia Patuju, Senin (4/11/24).

Briefing ini bertujuan untuk membahas pembagian tugas di antara para petugas dan memastikan seluruh rencana kerja dapat diimplementasikan secara optimal.

Hadir dalam Briefing ini, Kepala Seksi, pejabat struktural, dan staf, Kalapas menyampaikan enam poin penting yang menjadi fokus utama dalam rencana aksi ini.

Salah satu prioritas adalah pemberantasan narkoba dan upaya pencegahan penipuan online yang sering kali dilakukan oleh warga binaan.

Baca juga:  Edukasi Tahanan Baru di Lapas Ampana Laksanakan Masa Pengenalan Lingkungan

“Ini adalah komitmen kita untuk memastikan Lapas Ampana terbebas dari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra pemasyarakatan,” tegas Luther.

Selain itu, Kalapas menekankan pentingnya pemberdayaan warga binaan dalam program ketahanan pangan, yang tidak hanya membantu suplai pangan internal tetapi juga memberikan keterampilan tambahan kepada warga binaan.

“Lapas Ampana juga berencana meningkatkan produksi UMKM di dalam lapas dengan melibatkan warga binaan dalam pengembangan produk-produk kreatif,” ujarnya.

Program bantuan sosial untuk warga binaan kurang mampu juga menjadi bagian dari rencana aksi ini. Kalapas berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan memberikan dampak positif dalam pembinaan sosial.

Baca juga:  Gandeng TNI- Polri dan BNN, Lapas Ampana Laksanakan Penggeledahan dan Tes Urin kepada Warga Binaan

Permasalahan overcapacity yang menjadi isu di banyak lapas pun diangkat sebagai salah satu prioritas.

Luther menyampaikan, solusi jangka panjang dalam mengatasi overcrowding adalah dengan membangun fasilitas lapas modern yang lebih memadai dan layak untuk kebutuhan warga binaan.

Dengan arahan yang disampaikan, Luther berharap seluruh jajaran bekerja dengan sinergi dan semangat tinggi untuk menyukseskan rencana aksi 100 hari ini, sehingga Lapas Ampana dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *