Sulteng Media, TOUNA – Suasana khidmat dan penuh kegembiraan menyelimuti Kabupaten Tojo Una-Una pada Jumat malam (20/03/2026). Ribuan warga turun ke jalan membawa obor untuk merayakan malam takbiran Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Demi menjamin keamanan, Polres Tojo Una-Una beserta Polsek jajaran dikerahkan sepenuhnya untuk mengawal ketat jalannya kegiatan dari daratan hingga wilayah kepulauan.
Di daratan, tepatnya di Kecamatan Ratolindo, titik kumpul dipusatkan di Lapangan Dondo. Acara dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah, Alfian Matajeng, bersama Ketua DPRD Gusnar A. Sulaeman.
Mengingat rute pawai melintasi jalur protokol dan Trans Sulawesi, personel Polres Tojo Una-Una bersiaga di setiap persimpangan untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Suasana serupa terlihat di wilayah kepulauan, tepatnya di Kecamatan Una-Una. Ratusan peserta yang didominasi oleh anak-anak dan orang tua bergerak tertib di bawah pengawasan personel Polsek Una-Una, Koramil, serta Satpol PP untuk menjamin kelancaran pawai.
Sementara itu, di wilayah Tojo dan Tojo Barat, pawai dilaksanakan di beberapa titik seperti Desa Betaua, Tayawa, Lemoro, dan Nggawia. Di Desa Nggawia, pelepasan peserta dilakukan oleh Plt Camat Tojo Barat, Rika Herawati.
Karena rute di wilayah ini melintasi Jalan Trans Sulawesi yang padat kendaraan umum, Polsek Tojo memberlakukan pengaturan lalu lintas intensif. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko kecelakaan bagi para peserta jalan kaki.
Di Kecamatan Ampana Tete, warga di Desa Pusungi dan Tete juga turut memeriahkan suasana dengan berjalan kaki mengelilingi perkampungan.
Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Iptu Martono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian Pawai Obor, mulai dari daratan hingga kepulauan, berjalan aman dan kondusif. Pengamanan ini adalah komitmen Polri untuk memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang merayakan kemenangan,” ujar Iptu Martono.
Ia juga memuji sinergi yang baik antara panitia, TNI, Pemda, dan tokoh agama, terutama dalam mengawasi penggunaan obor api oleh anak-anak, sehingga syiar Islam di Tojo Una-Una berakhir dengan khidmat tanpa gangguan keamanan.









