Jamin Kekhusyukan Ramadhan, KRYD Polres Touna Bubarkan Aksi Remaja Mabuk Lem di Dondo Barat

Sulteng Media, TOUNA – Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Tojo Una-Una mengintensifkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Dalam operasi yang digelar Sabtu malam (11/03/2026), petugas menyasar berbagai penyakit masyarakat, mulai dari premanisme hingga aksi kenakalan remaja yang meresahkan warga.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan yang dipimpin oleh Kasat Intelkam AKP Adhitya Meideski, S.T., selaku Piket Pawas, bersama Ipda Dwi Wiendrarto, S.H., selaku Piket Pamapta.

Patroli ini menyisir sejumlah titik keramaian, termasuk lokasi Turnamen Futsal SKILL CUP 2026 di Kompleks Perkantoran Pemda Tojo Una-Una untuk memberikan imbauan Kamtibmas kepada panitia dan penonton.

Baca juga:  Laksanakan KRYD, Polsek Ampana Kota Imbau Warga Laporkan Apabila Terjadi Gangguan Kamtibmas

Puncak patroli terjadi saat tim melintasi Jalan Jeruk, Kelurahan Dondo Barat. Petugas mendapati kerumunan sekitar 10 remaja laki-laki yang diduga kuat sedang melakukan aksi menghisap lem Fox.

Mewakili Pawas, Pamapta Ipda Dwi Wiendrarto menjelaskan bahwa para remaja tersebut langsung melarikan diri saat melihat kedatangan petugas. Namun, mereka meninggalkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.

“Saat dihampiri, para remaja tersebut melarikan diri dan meninggalkan barang bukti berupa satu buah penutup kaleng Lem Fox serta tujuh kantong plastik media hisap yang berisi sisa-sisa lem,” ungkap Ipda Dwi.

Selain sisa bahan kimia tersebut, polisi juga mengamankan dua unit sepeda motor milik para remaja yang tertinggal di lokasi, yakni satu unit Yamaha Nmax Neo putih (DN 6493 LK) dan Suzuki Shogun RR hitam (DN 2697 LC).

Baca juga:  Cegah Potensi Gangguan Kamtibmas, Polres Touna Laksnakan KRYD

“Kami mengamankan kendaraan tersebut agar orang tua mereka datang ke Mapolres. Tujuannya jelas, agar dilakukan himbauan dan sosialisasi Kamtibmas lebih lanjut supaya hal serupa tidak terulang kembali,” tegas Ipda Dwi.

Berdasarkan hasil dialog petugas dengan warga sekitar, diketahui bahwa aksi para remaja tersebut sudah berlangsung selama beberapa hari sejak awal Ramadhan.

Ipda Dwi menyebutkan bahwa warga sebenarnya sudah sering menegur, namun para remaja tersebut justru melawan dengan cara melempari rumah warga menggunakan batu.

“Masyarakat sekitar sangat mendukung tindakan tegas yang kami ambil. Mereka berharap ada efek jera bagi para remaja tersebut agar kekhusyukan ibadah di bulan Ramadhan tidak terganggu oleh perilaku menyimpang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *