SULTENG ONLINE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Kanwil Kemenkumham Sulteng terus berinovasi dalam menggali potensi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program pembinaan kemandirian.
Program pembinaan kemandirian tersebut dengan mengembangkan potensi dan keterampilan WBP yakni pembuatan kripik pisang, toge dan budidaya kangkung.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat dan dilakukan di bawah pengawasan langsung Kasi Binadik Giatja I Wayan Sucana dan Kasubsi Kegiatan Kerja Nurbiana, Kamais (18/7/2024).
Kasubsi Kegiatan Kerja, Nurbiana mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini, WBP berhasil memproduksi 47 bungkus kripik pisang dan 4 kg toge. Selain itu, mereka juga melakukan panen kangkung sebanyak 63 ikat.
“Hasil produksi pembeinaan kemadirian ini nantinya akan dijual, sehingga memberikan pemasukan bagi Lapas Kelas IIB Ampana dan berkontribusi pada Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” kata Nurbiana.
Pada kesempatan yang sama, Kasi Binadik Giatja I Wayan Sucana mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kelas IIB Ampana dalam mendukung program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan bekal keterampilan kepada WBP. Dengan ketrampilan ini setelah mereka bebas atau selesai menjalani masa pidana, mereka mampu membuka lapangan usaha sendiri dan menghidupi diri serta keluarganya,” ujarnya.
Wayan mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan dan pengawasan ketat terhadap setiap WBP yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh, tetap berada di tempat yang ditentukan, serta memastikan situasi di Lapas tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Red/Humas Laspana)









