Sulteng Media, TOUNA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Tojo Una Una merayakan hari lahir (Harlah) ke-66 dengan khidmat pada Jumat malam (17/4/2026).
Bertempat di Pondok Kalero, Jalan Sungai Bongka, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah.
Acara yang dimulai pukul 20.30 Wita tersebut dihadiri oleh jajaran komisioner KPU dan Bawaslu Tojo Una-Una, serta pimpinan organisasi mahasiswa lainnya seperti GMNI, LMND, dan Himagrotek.
Kapolres Tojo Una Una AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H. yang diwakili oleh Kasat Binmas, AKP Agus Habibie, hadir memberikan arahan strategis bagi para kader pergerakan.
Dalam arahannya, AKP Agus Habibie menekankan bahwa kader PMII memiliki peran vital sebagai elemen pemuda yang cerdas. Ia berharap PMII dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah Tojo Una Una.
“Kader PMII harus mampu menjadi agen literasi digital. Jangan mudah terprovokasi oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” tegas AKP Agus Habibie di hadapan para pengurus dan anggota PMII.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta menjauhi paham radikalisme. Menurutnya, kader PMII harus tetap berada pada koridor hukum dan menjadi mitra kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah.
Lebih lanjut, Kasat Binmas mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kepekaan sosial. PMII diharapkan tidak hanya bergerak di ranah intelektual, tetapi juga aktif memberikan solusi nyata di tengah kondisi masyarakat.
Sebagai penutup, AKP Agus Habibie menegaskan bahwa pihak kepolisian, khususnya fungsi Binmas, membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan mahasiswa.
“Mari kita bangun komunikasi yang baik. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di daerah kita,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini diisi dengan rangkaian acara formal, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PMII, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas usia ke-66 organisasi berlambang perisai bintang tersebut.









