TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, terus melakukan pengawasan ketat terhadap proses penyajian makan dan minum bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Pengawasan ini, yang dilaksanakan oleh Kasubsi Perawatan Inrawati, mencakup pemeriksaan kebersihan dapur dan proses memasak untuk memastikan bahwa setiap tahapan dalam pengelolaan makanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, Kamis (28/11/24).
Menurut Kasubsi Perawatan Inrawati, kegiatan ini bertujuan untuk menjamin kualitas dan kebersihan makanan yang disajikan bagi para WBP.
“Kami selalu memeriksa kebersihan dapur secara rutin dan memastikan bahwa proses memasak dilakukan dengan hati-hati dan memenuhi standar kebersihan yang ketat. Kami juga mengawasi setiap bahan makanan yang digunakan agar sesuai dengan kualitas yang diharapkan dan aman dikonsumsi oleh para WBP,” ujarnya.
Inrawati menambahkan, pentingnya pengawasan ini adalah untuk mendukung terciptanya lingkungan yang sehat bagi para WBP. Semua makanan yang disajikan harus bergizi dan memenuhi kebutuhan gizi dasar mereka untuk menjaga kesehatan.
“Selain menjaga kebersihan dapur, kami juga memastikan bahwa makanan yang disajikan memiliki kandungan gizi yang seimbang untuk mendukung kesehatan tubuh para WBP,” ungkap Kasubsi Inrawati.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap kebersihan dapur dan pengelolaan makanan bagi WBP.
“Pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kelas IIB Ampana untuk memenuhi hak dasar WBP, khususnya dalam hal penyediaan makanan yang sehat dan bergizi,” ujannya.
“Kami terus berupaya memastikan bahwa seluruh proses, dari kebersihan dapur hingga penyajian makanan, dilakukan dengan standar yang baik dan sesuai prosedur. Kami berkomitmen untuk memberikan makanan yang bergizi, aman, dan layak bagi WBP,” kata Kalapas Luther.
Kalapas Luther menyebutkan, bahwa pengawasan ini tidak hanya dilakukan oleh petugas Lapas, tetapi juga melibatkan petugas medis yang memantau kualitas gizi makanan yang diberikan kepada WBP.
“Kami bekerja sama dengan tim medis untuk memantau kondisi kesehatan para WBP, serta memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan gizi,” tambahnya.
“Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan Lapas Kelas IIB Ampana dapat terus menyediakan layanan yang berkualitas bagi para WBP, mendukung mereka dalam menjalani masa hukuman dengan kondisi yang sehat, serta menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang mereka konsumsi,” tandasnya.
Hal ini juga, tambah Kalapas, menjadi bagian dari upaya rehabilitasi dan pembinaan di Lapas, yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum tetapi juga pada kesejahteraan fisik dan mental para WBP.
“Dengan pengawasan yang terus dilakukan, Lapas Kelas IIB Ampana menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik untuk para WBP, serta mendukung upaya pencapaian tujuan rehabilitasi dan reintegrasi sosial mereka,” tukasnya.(Red/HumasLaspana)









