Tingkatkan Pembinaan Kemandirian, Kasi Binadik/Giatja Lapas Ampana Bagikan Ilmu Cara Pengeolahan Tanaman Pertanian Pada Warga Binaan

SULTENG ONLINE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Kanwil Kemenkumham Sulteng, kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Ampana, I Wayan Sucana, bersama anggota jaga Muhammad Al Fahrul memberikan pemahaman tentang cara pengolahan tanaman di bidang pertanian kepada WBP, di Taman Baca Mata Laspana, Kamis (1/8/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan warga binaan di bidang pertanian. Diharapkan dengan adanya pembinaan ini, para WBP dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan setelah mereka bebas nanti.

Baca juga:  Pasca Pelatihan Kemandirian WBP, Kasi Binadik dan Giatja Lakukan Evaluasi

Selama kegiatan, I Wayan Sucana dan Muhammad Al Fahrul H. memberikan penjelasan tentang teknik-teknik dasar dalam pengolahan tanaman, mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga panen. Para WBP juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik tersebut di lahan pertanian yang telah disediakan di dalam lapas.

I Wayan Sucana mengatakan dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan para WBP tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan praktis yang dapat bermanfaat bagi mereka di masa depan.

Baca juga:  Pengawasan Kegiatan Literasi Warga Binaan Di Lapas Ampana

“Pembinaan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Ampana untuk memberikan bekal yang berguna bagi para WBP, sehingga mereka memiliki keterampilan yang dapat membantu mereka dalam mencari pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri setelah mereka bebas nanti,” jelas Sucana.

Lapas Kelas IIB Ampana terus berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang komprehensif bagi para WBP. Melalui program-program seperti ini, diharapkan para WBP dapat memanfaatkan waktu mereka di dalam lapas untuk belajar dan berkembang, sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka siap untuk memulai hidup baru yang lebih produktif dan mandiri. (Red/Humas-Laspana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *